Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
IHSG positif ⏱ 6 menit

IHSG Sepekan Melonjak 2,78% ke 6.409: Asing Balik Net Buy Rp1,24 Triliun, Pasar Modal Ukir Rekor 30 Juta Investor

IHSG Sepekan Melonjak 2,78% ke 6.409: Asing Balik Net Buy Rp1,24 Triliun, Pasar Modal Ukir Rekor 30 Juta Investor
Jakarta Stock Exchange Composite Index / Wikimedia Commons

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,78% sepanjang pekan 3-7 Agustus 2026, mengakhiri perdagangan di level 6.409,65 setelah berhasil menembus level psikologis 6.400. Penguatan didorong kembalinya aksi beli bersih (net buy) investor asing senilai Rp1,24 triliun dalam sepekan, ditopang saham-saham perbankan dan tambang. Kapitalisasi pasar naik dan jumlah investor pasar modal Indonesia menembus 30 juta SID. Artikel ini mengulas pergerakan IHSG pekanan, rotasi investor asing, saham-saham pendorong, serta prospek indeks menjelang tinjauan MSCI 12 Agustus.

Pasar saham Indonesia menutup pekan pertama Agustus 2026 dengan kinerja impresif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 2,78% sepanjang perdagangan 3-7 Agustus 2026, menandai pekan hijau di tengah kembalinya kepercayaan investor asing ke pasar domestik. Penutupan di level 6.409,65 sekaligus mengonfirmasi indeks berhasil menembus level psikologis 6.400 yang selama beberapa pekan terakhir menjadi area resistensi.

IHSG Tembus Level Psikologis 6.400 di Akhir Pekan

📎 Baca Juga

Pada perdagangan Jumat (7/8/2026), IHSG ditutup menguat 65,94 poin atau 1,04% ke level 6.409,65, memantapkan posisi indeks di atas level 6.400. Sepanjang hari, IHSG bergerak di zona hijau dengan rentang 6.347 hingga menyentuh level tertinggi di 6.409. Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat cukup ramai dengan volume 38,06 miliar saham dan nilai transaksi Rp16,46 triliun. Sebanyak 355 saham menguat, 235 saham melemah, dan 203 saham lainnya ditutup stagnan.

Secara mingguan, pencapaian tersebut ikut mendongkrak kapitalisasi pasar. Berdasarkan data eksekutif BEI, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia meningkat 2,64% menjadi Rp11.212 triliun pada pekan tersebut, seiring penguatan hampir seluruh sektor utama.

Asing Balik Net Buy Rp1,24 Triliun Sepanjang Pekan

Salah satu katalis utama penguatan IHSG pekan ini adalah kembalinya aksi beli bersih (net buy) investor asing. Pada periode 3-7 Agustus 2026, investor asing tercatat membukukan net buy Rp1,24 triliun, setelah sebelumnya sempat berulang kali mencatat aksi jual bersih. Arus dana asing masuk paling banyak terjadi pada sesi akhir pekan, didorong aksi borong di saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBRI serta emiten tambang seperti ANTM dan TINS.

Meski demikian, secara kumulatif sepanjang tahun berjalan investor asing masih berada dalam posisi jual bersih dengan total net sell sekitar Rp71,29 triliun. Kembalinya arus masuk pekan ini menjadi sinyal awal pemulihan kepercayaan asing, sejalan dengan sentimen positif domestik dan stabilnya posisi cadangan devisa.

BBRI-TLKM-ISAT Jadi Pendorong, Pasar Modal Ukir Rekor Investor

Penguatan IHSG pekan ini ditopang aksi beli di sejumlah saham unggulan. Saham BBRI dan TLKM menjadi penopang utama indeks, sementara ISAT melesat dan menjadi top gainers LQ45, diikuti INDY dan BUMI yang turut memimpin penguatan. Sektor energi dan tambang berkontribusi signifikan seiring meningkatnya harga komoditas dan ekspektasi kinerja emiten yang membaik.

Faktor fundamental lain yang menopang optimisme adalah pencapaian jumlah investor pasar modal Indonesia yang kini melampaui 30 juta Single Investor Identification (SID). Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan 48,78% sepanjang tahun 2026, menandakan basis investor ritel domestik yang terus meluas dan menjadi penopang likuiditas pasar.

Prospek Pekan Depan: Cermati Tinjauan MSCI 12 Agustus

Memasuki pekan berikutnya, pelaku pasar akan menyoroti pengumuman hasil MSCI August Index Review yang dijadwalkan pada 12 Agustus 2026. MSCI juga merilis pembaruan metodologi untuk MSCI Asia Pacific Select High Dividend Index dengan batasan bobot saham baru sebesar 10%. Namun, sejumlah analis menilai peluang saham Indonesia masuk ke indeks global tersebut pada tinjauan ini hampir tidak ada, sehingga dampaknya terhadap pasar diperkirakan terbatas.

Dari sisi makro, cadangan devisa Indonesia yang stabil di US$145,3 miliar per akhir Juli turut mendukung rupiah yang ditutup menguat ke level Rp17.897 per dolar AS pada Jumat lalu. Stabilitas tersebut menjadi modal bagi IHSG untuk melanjutkan penguatan, meskipun ketegangan geopolitik global dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS masih perlu diwaspadai.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: Bisnis.com - IHSG Sepekan Melonjak 2,78%, Asing Kembali Borong Saham Rp1,24 Triliun (8 Agustus 2026), KONTAN - BBCA, BMRI dan ASII di Urutan Teratas, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing, Jumat (7/8) : IHSG Melesat 1,04% ke 6.409,65 (7 Agustus 2026), CNBC Indonesia - IHSG Happy Weekend! Melesat 1% & Tembus Level Psikologis 6.400 (7 Agustus 2026), CNBC Indonesia - IHSG Lompat, Asing Net Buy Rp623 Miliar & Borong Saham Bank (4 Agustus 2026), Kompas.com - IHSG Ditutup 7 Agustus 2026 Naik 65 Poin ke 6.409, ISAT Top Gainers (7 Agustus 2026), Kompas.com - Analis Bagikan Strategi Hadapi MSCI Index Review Agustus 2026 / MSCI Umumkan Hasil 12 Agustus (7 Agustus 2026), ANTARA News - BI: Cadangan devisa akhir Juli stabil sebesar 145,3 miliar dolar AS (7 Agustus 2026), ANTARA News - Rupiah Jumat ditutup menguat ke Rp17.897 dipengaruhi cadev RI stabil (7 Agustus 2026), RRI - OJK: Investor Asing Kembali Bukukan Net Buy Rp1,62 Triliun di Pasar Saham Juli 2026, CNBC Indonesia - Asing Net Buy Rp343 Miliar di Sesi I, Terciduk Kompak Serok BBRI (7 Agustus 2026)