Pasar saham Indonesia menutup pekan dengan semangat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 6.400 pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, setelah sempat melemah tipis pada hari sebelumnya. Performa ini menghapus koreksi dangkal Kamis lalu dan membawa indeks acuan kembali ke jalur penguatan di tengah derasnya sentimen positif domestik.
Merujuk data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 65,94 poin atau 1,04% ke level 6.409,65 pada akhir sesi Jumat (7/8/2026). Kapitalisasi pasar tercatat di angka Rp11.236 triliun. Sebelumnya pada sesi I, indeks sempat menguat 0,71% ke 6.388,48 sebelum berlanjut menguat pada sesi kedua, sejalan dengan bergeraknya bursa Asia yang variatif.
BBRI-TLKM-ISAT Jadi Pendorong Utama Penguatan
đ Baca Juga
- IHSG Hari Ini 10 Agustus 2026: Menguat ke 6.423, Pekan Ini Wait and See Jelang Data Inflasi AS & Rebalancing MSCI
- IHSG Tembus 6.400 di Pekan 3-7 Agustus: Investor Ritel 30 Juta SID Jadi Pilar Baru, Asing Balik Borong Rp1,24 Triliun
- IHSG Sepekan Melonjak 2,78% ke 6.409: Asing Balik Net Buy Rp1,24 Triliun, Pasar Modal Ukir Rekor 30 Juta Investor
Penguatan IHSG ditopang aksi beli investor di sejumlah saham berkapitalisasi besar dan emiten unggulan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tercatat menjadi pendorong utama indeks menembus 6.400. Sementara itu, saham PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) melesat dan menjadi top gainers LQ45 pada perdagangan hari itu, diikuti PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang turut memimpin penguatan.
Dari sisi indeks turunan, Indeks Bisnis-27 ditutup naik 1,21% ke level 439,84, didorong saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan TLKM. Sektor energi dan properti yang sempat menjadi penggerak utama pada sesi pertama ikut berkontribusi terhadap momentum positif, seiring menguatnya sejumlah emiten komoditas.
Calon Gubernur BI Jadi Sentimen Utama Pasar
Salah satu katalis yang paling dinanti pelaku pasar pekan ini adalah pengumuman calon Gubernur Bank Indonesia. Proses suksesi di pucuk pimpinan bank sentral menjadi sorotan utama karena arah kebijakan moneter akan sangat menentukan pergerakan rupiah, suku bunga, dan pasar keuangan Indonesia ke depan. Optimisme terhadap kelanjutan kebijakan yang stabil menjadi salah satu faktor di balik akumulasi investor pada akhir pekan.
Penguatan IHSG juga ditopang oleh rilis data cadangan devisa yang stabil. Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa akhir Juli 2026 sebesar US$145,3 miliar, relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya dan cukup untuk membiayai sekitar 6,1 bulan impor. Stabilitas cadev ini ikut mendorong nilai tukar rupiah menguat ke level Rp17.897 per dolar AS, naik 26 poin atau 0,15% pada penutupan Jumat.
Data Makro Domestik Kuat, Katalis Global Dinantikan
Dari sisi fundamental, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat 5,29% pada kuartal II-2026 masih menjadi penopang utama optimisme pasar. Pertumbuhan yang solid itu diperkuat oleh komitmen pemerintah mendorong konsumsi melalui berbagai program belanja, serta membaiknya penjualan rumah yang dilaporkan Bank Indonesia untuk kuartal II-2026.
Ke depan, pelaku pasar masih menunggu sejumlah katalis global yang berpotensi menentukan arah indeks. Salah satunya adalah rilis data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payroll) yang secara langsung mempengaruhi proyeksi suku bunga The Fed. Selain itu, tinjauan indeks MSCI yang akan diumumkan pada 12 Agustus 2026 menjadi perhatian, meskipun sejumlah analis menilai peluang saham Indonesia masuk ke indeks global tersebut hampir tidak ada dalam tinjauan kali ini. Status pembekuan pada tinjauan FTSE Russell yang diumumkan pada periode 10-14 Agustus juga menjadi sorotan.
Proyeksi: Agustus Secara Historis Bersinar
Catatan historis juga mendukung optimisme. Data menunjukkan bahwa bulan Agustus secara historis merupakan periode yang baik bagi IHSG, terakit dengan pola musiman aksi beli dan momentum rebalancing indeks. Meski begitu, analis mengingatkan agar investor tetap mewaspadai aksi ambil untung (profit taking) di area resistansi. Pasardana menyarankan untuk mengakumulasi kembali hanya jika IHSG mampu bertahan di atas level 6.320.
Dengan level 6.409,65 yang telah menembus 6.400, pasar kini mengamati apakah indeks mampu mendekati area resistansi berikutnya di kisaran 6.420-6.454. Kombinasi antara stabilnya kurs rupiah, cadev yang terjaga, pertumbuhan ekonomi yang solid, serta kejelasan kebijakan moneter pasca-pengumuman calon Gubernur BI akan menjadi penentu keberlanjutan reli.
