Memuat data pasar...
Emiten.org
Emiten.org
Live
🏆 Best Score
Rupiah & BI mixed ⏱ 5 menit

Rupiah Balik Melemah Mendekati Rp18.000, BI Umumkan Cadangan Devisa Stabil US$145,3 Miliar

Rupiah Balik Melemah Mendekati Rp18.000, BI Umumkan Cadangan Devisa Stabil US$145,3 Miliar
Wikimedia Commons / Rupiah banknotes

Nilai tukar rupiah kembali berbalik melemah pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, dan mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS setelah sehari sebelumnya sempat rebound. Di tengah pelemahan tersebut, Bank Indonesia (BI) merilis data cadangan devisa akhir Juli 2026 yang tetap stabil di angka US$145,3 miliar atau setara Rp2.606 triliun, cukup untuk membiayai 5,5 bulan impor dan 5,3 bulan impor plus utang luar negeri pemerintah. Data ini dinilai menjadi peredam volatilitas rupiah di tengah ancaman kembali memanasnya Selat Hormuz dan ketidakpastian kursi Gubernur BI yang masih kosong.

Pergerakan nilai tukar rupiah pada Jumat, 7 Agustus 2026, kembali berbalik melemah setelah sehari sebelumnya sempat menunjukkan penguatan. Berdasarkan data yang dihimpun dari pasar spot, rupiah dibuka melemah ke kisaran Rp17.935 hingga Rp17.941 per dolar AS pada pagi hari, mendekati kembali level psikologis Rp18.000 yang sempat ditembus pada perdagangan pekan sebelumnya.

Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen yang beragam. Di satu sisi, dolar AS menunjukkan penguatan terhadap mayoritas mata uang kawasan Asia seiring ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, khususnya kembali memanasnya isu Selat Hormuz. Namun di sisi lain, fundamental ekonomi domestik yang solid masih menjadi penopang agar rupiah tidak jatuh terlalu dalam.

Cadangan Devisa Stabil US$145,3 Miliar, Setara 5,5 Bulan Impor

📎 Baca Juga

Bank Indonesia (BI) pada Jumat pagi merilis data posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 yang tercatat sebesar US$145,3 miliar, relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya. Dalam nilai rupiah, cadangan devisa tersebut setara dengan sekitar Rp2.606 triliun, didukung penerimaan pajak dan penerbitan global bond, meski sedikit menurun dari bulan sebelumnya.

Menurut keterangan BI, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor, atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini masih berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya sekitar tiga bulan impor. BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Rupiah di Antara Dua Tekanan: Selat Hormuz dan Kekosongan Kursi Gubernur BI

Pelemahan rupiah pada perdagangan kali ini dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi eksternal, harga minyak dunia kembali naik setelah Iran mengancam akan membatasi pelayaran di Selat Hormuz — pembalikan dari sentimen damai yang sempat meredakan pasar pada awal pekan. Kenaikan harga minyak dan tekanan geopolitik umumnya mendorong penguatan dolar AS dan melemahkan mata uang negara-negara importir minyak seperti Indonesia.

Sementara dari sisi domestik, pelaku pasar masih mencermati proses seleksi dan pengumuman calon Gubernur Bank Indonesia yang kursinya tengah kosong. Ketidakpastian arah kebijakan moneter membuat investor lebih berhati-hati, terlihat dari investor asing yang kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) di pasar saham. Meski begitu, analis dari ICDX dan sejumlah pengamat memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat didukung fundamental ekonomi Indonesia yang tetap terjaga.

Proyeksi Pergerakan: Rentang Rp17.850-Rp17.970

Untuk perdagangan hari ini, proyeksi pergerakan rupiah berada di kisaran Rp17.850-Rp17.970 per dolar AS. Pelaku pasar masih menantikan data penting termasuk hasil peninjauan indeks MSCI dan pengumuman FTSE Russell pada periode 10-14 Agustus 2026. Keputusan lembaga pemeringkat internasional tersebut berpotensi memengaruhi aliran dana asing masuk atau keluar dari pasar Indonesia, yang pada akhirnya ikut menentukan pergerakan rupiah.

Kesimpulan

Rupiah yang kembali melemah mendekati Rp18.000 menunjukkan tekanan masih nyata di tengah ketidakpastian global. Namun, cadangan devisa yang stabil di US$145,3 miliar memberikan bantalan yang cukup bagi BI untuk menjaga stabilitas kurs. Kunci pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh keputusan mengenai kursi Gubernur BI, hasil tinjauan indeks global, serta dinamika geopolitik Selat Hormuz.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.
R
Redaksi Emiten.org

Tim redaksi Emiten.org — menyajikan analisis pasar modal Indonesia berbasis data dan AI. Mengutamakan akurasi, independensi, dan perspektif investor ritel sejak 2024.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Share: WhatsApp 𝕏 Twitter
Sumber: https://antaranews.com/berita/5683725/bi-cadangan-devisa-akhir-juli-stabil-sebesar-1453-miliar-dolar-as, https://ekonomi.bisnis.com/read/20260807/9/1994409/cadangan-devisa-ri-stabil-us1453-miliar-di-tengah-gejolak-global, https://ekonomi.bisnis.com/read/20260807/9/1994419/bi-cadangan-devisa-rp2606-t-per-juli-2026-ditopang-pajak-global-bond, https://tribunnews.com/bisnis/7865143/bi-cadangan-devisa-akhir-juli-2026-senilai-1453-miliar-dolar-as-setara-55-bulan-pembiayaan-impor, https://market.bisnis.com/read/20260807/93/1994402/rupiah-dibuka-melemah-ke-rp17935-per-dolar-as-jelang-rilis-data-cadev, https://metrotvnews.com/read/K5nCRox3-rupiah-dibuka-ke-rp17-941-usd-jumat-pagi, https://antaranews.com/berita/5683683/rupiah-diprediksi-menguat-seiring-fundamental-ekonomi-ri-tetap-terjaga, https://www.jawapos.com/ekonomi/2608070050/proyeksi-pergerakan-kurs-rupiah-jumat-7-agustus-rentang-rp-17920-rp-17970, https://ekbis.harianjogja.com/r-1266360/rupiah-hari-ini-7-agustus-diprediksi-bergerak-di-rp17850rp17950, https://ekonomi.bisnis.com/read/20260807/44/1994407/harga-minyak-dunia-naik-usai-iran-ancam-batasi-pelayaran-selat-hormuz, https://id.investing.com/news/stock-market-news/rekor-hijau-ihsg-di-agustus-diuji-kekosongan-kursi-gubernur-bi-3040161